Februari 19, 2025

4 Jenis Terapi Yang Diberikan Kepada Pasien Rehabilitasi Stroke

Selepas operasi di rumah sakit stroke, pasien masih memerlukan rehabilitasi. Tujuannya adalah memulihkan fungsi-fungsi tubuh yang sempat hilang akibat serangan stroke. Sejumlah terapi pun akan diberikan untuk melatih otak agar dapat melakukan aktivitas seperti semula. Jadi, kualitas hidup pasien juga akan ikut mengalami peningkatan.

 

Jenis terapi pada rehabilitasi stroke

Dalam terapi pascastroke, dokter akan memperhatikan beberapa hal terlebih dulu. Di antaranya pelatihan fungsi tubuh dan penerapan terapi berkelanjutan. Adapun jenis-jenis terapi yang biasanya diaplikasikan pada rehabilitasi stroke mencakup :

 

1.     Terapi penunjang aktivitas fisik

Jenis terapi ini difokuskan pada pelatihan anggota tubuh yang umumnya melakukan aktivitas fisik. Dokter bersama terapis berpengalaman bakal merancang beberapa latihan. Di antaranya mencakup latihan mobilisasi, latihan fungsi motorik, serta terapi range of motion.

Latihan mobilisasi umumnya memakai alat bantu untuk menunjang pergerakan yang terbatas. Sementara latihan fungsi motorik akan mengoptimalkan koordinasi dan kekuatan otot. Pada terapi range of motion, pasien dilatih merenggangkan otot yang tegang dan kaku akibat stroke.

 

2.     Terapi fisik berbasis teknologi

Kemajuan teknologi di dunia medis turut membantu penerapan terapi pascastroke. Jenis terapi umumnya lebih bervariasi. Termasuk di antaranya menstrimulasi otot-otot yang melemah memakai daya listrik yang dokter tentukan supaya bisa kembali berkonstraksi.

Beberapa pasien juga akan diminta mengikuti terapi memakai piranti robotik. Perangkat tersebut dirancang khusus untuk memandu bagian-bagian tubuh yang lumpuh untuk melakukan gerakan yang berulang (repetitif). Langkah ini bertujuan melepaskan anggota tubuh dari kekakuan.

 

3.     Terapi kognitif serta emosi

Kelompok pasien yang mengalami gangguan bicara dan kemampuan komunikasi akan menerima terapi berbeda. Adalah terapi kognitif yang dokter sediakan bagi pasien yang mentalnya mengalami penurunan. Biasanta mereka sedih, kecewa, dan putus asa akibat keterbatasan fisiknya.

Terapi kognitif yang dilakukan secara bertahap diharapkan memberi semangat pada pasien untuk mengembalikan kemahiran berbicara. Penderita stroke hemoragik dan stroke iskemik pun menerima tindakan ini yang kadang diimbangi dengan konsumsi obat tertentu.

 

4.     Terapi alternatif dan lainnya

Pada kasus-kasus tertentu, dokter mengizinkan pasien menjalani terapi alternatif. Misalnya pijat, konsumsi obat herbal, akupuntur, hingga terapi oksigen. Walau lebih nyaman, beberapa tindakan pada terapi alternatif masih diragukan hasilnya, terutama untuk peningkatan kualitas hidup.

Oleh sebab itu, sebelum mengajukan terapi alternatif, pasien pascastroke perlu berkonsultasi dulu dengan dokter bersangkutan. Mereka akan memastikan kondisi Anda supaya tidak terjadi gangguan yang lebih parah. Pasien juga perlu melaporkan hasilnya sebagai bagian dari pemantauan.

 

Jangan lupa perhatikan fasilitas dan layanan yang disediakan rumah sakit stroke yang Anda pilih. Pastikan mereka memberikan penanganan terbaik yang bakal mengembalikan kondisi fisik maupun kualitas hidup selepas stroke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *